Dalam rangka meningkatkan keselamatan pelayaran, penggunaan Automatic Identification System (AIS) telah direkomendasikan oleh International Maritime Organization (IMO). Namun, masih terdapat kendala dalam penerapan AIS pada kapal-kapal di perairan Indonesia, terutama pada kapal nelayan kecil. Hal ini disebabkan oleh regulasi yang masih membatasi penggunaan AIS hanya pada kapal dengan tonase kotor di atas 35 Gross Tonnage (GT). Selain itu, biaya tinggi dan kompleksitas sistem AIS juga menjadi hambatan bagi nelayan untuk mengoperasikan AIS. Dalam upaya mengatasi kendala tersebut, diperlukan pengembangan sistem baru yang lebih murah, efektif, dan dapat diakses oleh semua kapal, termasuk kapal nelayan. Pada artikel ini, penulis merancang sebuah perangkat gateway sistem navigasi kapal berbasis LoRa dan AIS (LORAIS). Penelitian ini dilakukan dengan mengubah data LoRa menjadi data AIS melalui perangkat gateway, kemudian data tersebut dipancarkan kembali sebagai data AIS menggunakan metode Carier Sense Time Division Multiple Access (CSTDMA), yaitu teknik akses media yang digunakan dalam jaringan nirkabel. Dari hasil pengujian yang dilakukan, didapatkan bahwa LoRa mampu mengirimkan data sesuai dengan frekuensi AIS, sehingga keberadaan kapal nelayan dapat terdeteksi oleh kapal lain yang menggunakan AIS. Dengan demikian, penggunaan perangkat gateway LORAIS ini diharapkan dapat memberikan solusi yang lebih efisien dan terjangkau bagi kapal nelayan kecil untuk meningkatkan keselamatan pelayaran.